Tokoh Kebangkitan Nasional Kelas VIII (08 Februari 2022)

Guru             : Umigiarini Pangestu, M.Pd

Mapel            : PKN 

Kelas             : VIII SMP Al-Azhar 1 Bandar Lampung

Kode KD       :

3.4 Menganalisa makna dan arti Kebangkitan Nasional 1908 dalam Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia

4.4 Menyajikan hasil penalaran tentang tokoh Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia

Materi          : 

Tokoh Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia 

Tujuan         

1. Peserta didik dapat menganalisis peran tokoh Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan Nasional 

2. Peserta didik dapat mensimulasikan peran tokoh Kejuangan Kebangkitan Nasional



Assalamualaikum wr. wb..

Selamat Pagi Semua!

Bagaimana Kabar Soleh/Soleha hari ini ?…

Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT. Aamiin ..

Alhamdulillah hari ini, kita dapat bertemu kembali dalam pelajaran PKN. Sebelum kita mulai pembelajaran di pagi hari jangan lupa berdoa, usahakan solat dhuha dan murojaah terlebih dahulu yaa nak, agar ilmu yang diberikan oleh miss dapat kalian terima dengan baik..

Anak-anakku, pada pertemuan kali ini, kita akan mempelajari Bab 4 Pertemuan pada pagi hari ini, kita akan membahas tentang Tokoh Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia. berikut miss paparkan materi, dibaca serta pahami ya anak-anak miss.

Pada tahun 1908, bangsa Indonesia mulai bangkit. Kebangkitan ini ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo (Budi Utomo). Kebangkitan Nasional adalah sesi pergerakan perjuangan bangsa Indonesia yang mulai menyadari kondisi dan potensi suatu bangsa. Ciri dari kebangkitan Nasional adalah perjuangan bangsa Indonesia lebih diwarnai oleh perjuangan untuk kepentingan Nasional dan bukan kepentingan daerah. Tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 1985 dan Keppres No. 18 Tahun 2002.

Munculnya kebangkitan nasional dalam memperjuangkan kemerdekaan tak lepas dari peran tokoh yang ada di belakangnya.

Berikut adalah penjelasan tentang peran tokoh kebangkitan nasional dalam perjuangan kemerdekaan nasional (Dikutip dari buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan karya Yuyus Kardiman, dkk) ada enam tokoh yang berperan dalam kebangkitan nasional, yaitu:

1. dr. Wahidin Soedirohoesodo (7 Januari 1852 – 26 Mei 1917


Wahidin Sudirohusodo adalah adalah salah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya selalu dikaitkan dengan Budi Utomo karena dialah penggagas berdirinya organisasi yang didirikan para pelajar School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen (STOVIA) di Jakarta.

Wahidin Sudirohusodo merupakan seorang dokter dan pembaharu pendidikan di Hindia Belanda.  Ia ingin agar rakyat diberikan kesempatan yang luas untuk mengenyam pendidikan di sekolah. Gagasannya ini kemudian ia sampaikan kepada para pelajar STOVIA atau Sekolah dokter Jawa di Batavia.  Di STOVIA, gagasan dari Wahidin pun diterima dengan tangan terbuka. Ia kemudian menganjurkan para pelajar STOVIA agar mendirikan organisasi yang bertujuan untuk memajukan pendidikan bagi rakyat Indonesia. Gagasan Dr Wahidin inilah yang mendorong terciptanya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Budi Utomo adalah organisasi modern pertama yang lahir di Indonesia.

2. dr. Soetomo (30 Juli 1888 – 30 Mei 1938 )

Dr. Soetomo atau Soebroto (30 Juli 1888 – 30 Mei 1938 ) adalah tokoh pendiri Budi Utomo, organisasi pergerakan yang pertama di Indonesia. Boedi Oetomo merupakan organisasi modern pertama yang lahir di Indonesia dan Soetomo diangkat sebagai ketuanya. Organisasi ini bertujuan untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan sebagai jalan untuk membebaskan bangsa dari penjajahan.

3. dr. Tjipto Mangoenkoesoemo (Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah, 1886 – Jakarta, 8 Maret 1943)

dr. Tjipto Mangoenkoesoemo seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia. Bersama dengan Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara ia dikenal sebagai "Tiga Serangkai" yang banyak menyebarluaskan ide pemerintahan sendiri dan kritis terhadap pemerintahan penjajahan Hindia Belanda. Tjipto menaruh perhatian lebih untuk membantu menangani berbagai aspek tentang permasalahan kesehatan khususnya di Indonesia. Melalui organisasi Boedi Oetomo, dirinya sangat berperan aktif menyebarluaskan pemikiran cerdasnya untuk membangkitkan semangat perlawanan supaya rakyat tidak mudah ditindas.

4. RM. Soewardi Soerjaningrat (2 Mei 1889 – 26 April 1959)

Salah satu tokoh Hari Kebangkitan Nasional berikutnya yaitu Soewardi Soerjaningrat atau lebih dikenal dengan Ki Hajar Dewantara. Soewardi adalah aktivis penggerak kemerdekaan Indonesia, politisi kebudayaan, sekaligus pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dan pendiri Taman Siswa di Yogyakarta serta tokoh yang dikenal aktif dalam dunia wartawan. Saat bertemu dengan Douwess Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo, mereka bersama membangun Indische Partij.

Sejak berdirinya Boedi Oetomo, Soewardi aktif menyosialisasikan membangun kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya persatuan, kesatuan berbangsa dan bernegara.

5.  H. O. S. Tjokroaminoto (16 Agustus 1882 – 17 Desember 1934)

H. O. S. Tjokroaminoto adalah salah satu tokoh yang dikenal akan keahliannya dalam menyampaikan pidato. Ia juga merupakan tokoh yang rutin menyampaikan dan memacu semangat patriotisme untuk para pemuda Indonesia. Beliau adalah salah satu tokoh dalam sebuah organisasi yang bernama Sarikat Islam. Di sinilah Sarikat Islam mulai maju pesat dan berkembang menjadi organisasi yang besar.

Dalam perjalanannya beliau seringkali menyampaikan pidato yang mengkritik keras penjajah Belanda. Sampai pada akhirnya H. O. S. Tjokroaminoto sempat ditangkap dan masuk dalam penjara.

6. Dr. Douwes Dekker  (8 Oktober 1879 – 28 Agustus 1950)


Danudirja Setiabudi atau nama lainnya Douwes Dekker adalah pejuang kemerdekaan yang lahir dan wafat di Indonesia dari keturunan asing. Ia dikenal sebagai pionir dasar nasionalisme Indonesia sejak abad ke-20 sekaligus kelompok dari tokoh 'Tiga Serangkai' bersama Tjipto Mangoenkoesoemo dan Ki Hajar Dewantara.

Pernah menempuh pendidikan di Eropa, Douwes mengambil konsentrasi politik modern. Setelah kembali ke Indonesia ia mengajarkan apa yang diketahuinya pada banyak golongan. Douwes yang termasuk tokoh Hari Kebangkitan Nasional ini mendirikan Indische Partij (IP) yang mengajarkan tentang partai politik, jurnalistik anti-pemerintah. Lewat Indische Partij, Douwes Dekker mencurahkan segala macam pikiran dan pendapatnya untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Untuk memperjelas peran tokoh Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan kemerdekaan, anak-anak dapat memperhatikan vidio berikut: 


TUGAS : 
tugas anak-Anak membuat vidio menjelaskan tentang Tokoh Kebangkitan Nasional beserta biografi singkatnya yang sudah anak-anak tuliskan dibuku tulis. Kirimkan vidio penjelasan anak-anak di WA Ibu guru ya nak... 

Selanjutnya, anak-anak Silahkan komen di blogger sebagai DAFTAR HADIR, dan jangan lupa kumpulkan tugas kalian melalui WA dengan membuat VIDIO menggunakan SERAGAM dan  paling lambat pukul 20.00 WIB. 

Terimakasih, tetap semangat nak dan tetap jaga kesehatan yaaa......

Wassalamualaikum wr. wb..

Komentar