Guru : Umigiarini Pangestu, M.Pd
Mapel : PKN
Kelas : VIII
Kode KD :
3.5 Memperoyeksikan nilai dan semangat Sumpah Pemuda pada tahun 1928 dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika
Materi :
Sejarah Sumpah Pemuda (Kongres Pemuda I dan Kongres Pemuda II)
Tujuan :
1. Peserta didik dapat menyimpulkan makna Sumpah Pemuda dari berbagai sumber informasi
2. Peserta didik dapat menjelaskan arti penting Sumpah Pemuda bagi Perjuangan Indonesia
3. Menyusun laporan hasil telaah tentang makna Sumpah Pemuda dan menyajikan hasil telaah
Assalamualaikum wr. wb..
Selamat pagi Semua !
Bagaimana Kabar Soleh/Soleha hari ini ?…
Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT. Aamiin ..
Alhamdulillah hari ini, kita dapat bertemu kembali dalam pelajaran PKN. Sebelum kita mulai pembelajaran di pagi hari jangan lupa berdoa, usahakan solat dhuha dan murojaah terlebih dahulu yaa nak, agar ilmu yang diberikan oleh guru dapat kalian terima dengan baik. Sebelum memulai pembelajaran, kalian sediakan buku dan alat tulisnya ya nak... berikut ibu guru paparkan materi singkat, dibaca serta pahami ya anak-anak ibu guru.
Anak-anakku, pada pertemuan kali ini, kita akan mempelajari Bab 5 Pertemuan ke-2 tentang Sumpah Pemuda (Kongres Pemuda I dan Kongres Pemuda II).
Sumpah Pemuda diawali dengan pergerakan di daerah dengan mendirikan organisasi yang bersifat kedaerahan. Konflik yang terjadi dengan penjajah bersifat lokal bukan nasional.
Berikut sekilas sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928:
1. 1915-1924
Berdirinya organisasi lokal misal Tri Koro Darmo yang kemudian menjadi Jong Java pada 1915, Jong Soematranen Bond pada 1917, dan Jong Islamieten Bond pada 1924.
2. 1926
Kongres Pemuda I dilaksanakan pada tanggal 30 April hingga 2 Mei 1926 di Lapangan Banteng, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa hal, mulai dari susunan badan pusat, gagasan persatuan, peran perempuan, peran agama, hingga peran bahasa dalam mencapai kemerdekaan Indonesia.
Pada tahun 1908, organisasi gerakan nasional pertama lahir dengan nama “Budi Utomo”. Sejak Budi Utomo berdiri, muncul pula berbagai organisasi pemuda berkarakter daerah, seperti Tri Koro Dharmo atau Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, dan lain-lain.
Kongres Pemuda I diketuai oleh Mohammad Tabrani dan Soemarmo ditetapkan sebagai wakilnya. Sedangkan posisi sekretaris diisi oleh Djamaluddin Adinegoro dan Soewarso ditunjuk sebagai bendahara. Selain itu, ada pula anggota Kongres Pemuda I yang terdiri dari Bahder Djohan, Jan Toule Soulehwij, Paul Pinontoan, Achmad Hamami, Sanusi Pane, dan Sarbani.
Dalam pelaksanaannya, Kongres Pemuda I berlangsung selama tiga hari. Setelah Kongres Pemuda I dilaksanakan dalam tiga hari maka telah ditemukan hasil atau poin penting yang telah dibicarakan dalam kongres tersebut. Berikut adalah hasil dari Kongres Pemuda I:
- Cita-cita Indonesia merdeka menjadi cita-cita seluruh pemuda Indonesia
- Seluruh perkumpulan pemuda berupaya untuk menggalang persatuan organisasi pemuda dalam suatu wadah
- Mengakui dan menerima cita-cita persatuan Indonesia
Kongres Pemuda I berhasil dilaksanakan dengan berdirinya Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi lintas primordial dengan anggotanya dari seluruh Indonesia.
3. 1928
Kongres Pemuda II dilaksanakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Jakarta yang dipimpin oleh Soegondo Djojopoespito dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPPI). Kongres tersebut dibagi menjadi tiga rapat, di mana pada sesi kedua Kongres Pemuda II membahas masalah pendidikan. Kongres Pemuda II adalah hasil dari kegagalan Kongres Pemuda I pada tahun 1926 untuk mewujudkan cita-cita persatuan pemuda. Selain itu, alasan dilaksanakannya Kongres Pemuda II adalah untuk menumbuhkan ide-ide politik terbuka di kalangan anak muda melalui berbagai acara.
Kongres Pemuda II dipimpin oleh Sugondo Joyopuspito dan didampingi R.M. Joko Marsaid sebagai pemain wakil. Sementara itu, Moh. Yamin terpilih menjadi sekretaris dan Amir Sjarifuddin terpilih menjadi bendahara. Selain itu, panitia Kongres Pemuda II adalah Joham Mohammad Tjaja (pembantu I), R Kaca Sungkana (pembantu II), RCL Senduk (pembantu III), Johanes Leimena (pembantu IV), dan Rochjani Soe`oed (pembantu V).
Pada hari Minggu, 28 Oktober 1928, sekitar pukul 10.00 WIB, semua peserta Kongres Pemuda II berkumpul untuk merangkum hasil kongres selama dua hari tersebut. Saat itu, Moh. Yamin meminta waktu untuk membacakan teks resolusi yang dia ambil.
Selain itu, pada tanggal 28 Oktober 1928, ketua membacakan keputusan Kongres Pemuda II dan memperoleh persetujuan dari para peserta. Saat dibacakan, keputusan kongres tersebut disebut sebagai Ikrar Pemuda, yang kemudian dikenal dengan Sumpah Pemuda. Dengan demikian, Kongres Pemuda II menghasilkan Sumpah Pemuda, yang dimulai pada tahun 1959, dan diperingati setiap tanggal 28 Oktober sebagai Hari Sumpah Pemuda.
Kongres Pemuda II dilaksanakan dalam tiga rapat di gedung berbeda atas prakarsa PPPI. Rapat pada 28 Oktober 1928 melahirkan Sumpah Pemuda yang awalnya diucapkan sebagai Sumpah Setia.
Sebelum kongres ditutup, WR Supratman menampilkan lagu ciptaannya Indonesia Raya yang mendapat sambutan meriah. Indonesia Raya kemudian menjadi lagu kebangsaan Indonesia yang menjadi identitas bangsa Indonesia.
Untuk lebih jelasnya, mari anak-anak sholeh dan sholeha menyimak vidio berikut:
Setelah anak-anak sholeh dan sholeha memahami materi diatas, maka selanjutnya silahkan kalian kerjakan tugas berikut:
Untuk Evaluasi hari ini :
1. Silahkan kalian pahami materi dan vidio di atas.
2. Kerjakan pertanyaan yang sudah ibu berikan dan siapkan tugas selanjutnya
3. Silahkan komen di blogger sebagai DAFTAR HADIR, dan jangan lupa kumpulkan tugas kalian melalui WA dengan FOTO menggunakan SERAGAM dan dijadikan satu dengan Tugas Kalian (potogrid) paling lambat pukul 20.00 WIB.
Terimakasih, tetap semangat nak dan tetap jaga kesehatan yaaa......
Wassalamualaikum wr. wb..
putrie febriany s.
BalasHapuskls 8
hadir
M. Andhika kelas 8
BalasHapusHadit