Guru : Umigiarini Pangestu, M.Pd
Mapel : PKN
Kelas : IX
IX B (Jumat, 11 Februari 2022)
IX A (Selasa, 15 Februari 2022)
Kode KD :
3.5 Menganalisis prinsip harmoni dalam keberagaman, suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), sosial, budaya, ekonomi, dan gender dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika
3.5.2 Mengidentifikasi permasalahan sosial budaya, ekonomi dan gender pada masyarakat Indonesia
3.5.3 Mengidentifikasi akibat dari permasalahan sosial budaya, ekonomi dan gender pada masyarakat Indonesia
3.5.4 Mendeskripsikan upaya penyelesaian masalah sosial, budaya, ekonomi dan gender pada masyarakat Indonesia
Materi Pokok :
Keberagaman Masyarakat Indonesia dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika
Sub Materi :
Permasalahan yang muncul dalam keberagaman suku,agama, ras dan antargolongan
Tujuan :
1. Peserta didik dapat menganalisis permasalahan yang muncul dalam keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan
2. Peserta didik dapat menjelaskan upaya pencegahan konflik yang bersifat SARA
B. Permasalahan dan Akibat yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia
Menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Masalah social muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Beberapa hal yang dapat menjadi sumber masalah social, yaitu proses social dan bencana alam.
Masalah sosial dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) jenis faktor penyebab, antara lain faktor ekonomi, faktor budaya, faktor biologis, dan faktor psikologis.
1. Faktor ekonomi
Permasalahan sosial yang disebabkan oleh faktor ekonomi, misalnya karena tidak seimbangnya antara
pendapatan dengan pengeluaran. Tidak tercukupinya kebutuhan hidup, terutama makanan, pakaian,
tempat tinggal, dan jaminan kesehatan.
2. Faktor budaya
Kebudayaan yang berkembang saat ini, banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi serta masuknya
budaya asing. Gaya hidup yang cenderung meniru budaya asing, juga memicu munculnya masalah
sosial. Faktor ini harus mendapat perhatian secara serius karena kebudayaan pada suatu negara dapat
mencerminkan kebiasaan masyarakatnya. Mempelajari atau mendalami pendidikan agama, dapat
mencegah, menyadarkan, ataupun menyaring budaya asing yang masuk.
3. Faktor biologis
Faktor ini dapat menyebabkan timbulnya masalah sosial, seperti kurang gizi, penyakit menular,
dan lain-lain. Hal ini terjadi karena kurangnya fasilitasfasilitas kesehatan yang layak dan dapat terjadi
juga karena kondisi ekonomi maupun pendidikan masyarakat yang tidak mencukupi. Jadi, sebagian
besar kondisi dari biologis masyarakat mudah terjangkit penyakit. Untuk solusinya, pada saat ini,
dengan cara meningkatkan fasilitas-fasilitas kesehatan dan memberikan pengetahuan pada setiap
anggota masyarakat tentang pencegahan serta memberi pengetahuan pentingnya pola hidup sehat
maupun pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
4. Faktor psikologis
Selain ketiga faktor di atas, ada juga faktor psikologis. Masalah dari faktor ini, dapat muncul jika
psikologis suatu masyarakat sangat lemah. Faktor psikologis juga dapat muncul jika beban hidup yang
berat misalnya dirasakan oleh masyarakat, khususnya yang ada di daerah perkotaan pekerjaaan yang
menumpuk sehingga menimbulkan stres, lalu dapat menimbulkan luapan emosi yang nantinya dapat
memicu konflik antaranggota masyarakat.
Untuk lebih mendalami kondisi budaya pada masyarakat Indonesia kita dapat Mengidentifikasinya dengan membandingkan pendapat C. Kluckhohn dalam bukunya yang berjudul “Universal Categories of Cultures” mengemukakan adanya unsur-unsur kebudayaan secara universal yang dapat ditemukan di seluruh dunia, baik pada kelompok masyarakat tradisional sampai dengan masyarakat modern, atau pada masyarakat yang hidup pada zaman praaksara sampai dengan sekarang.
Unsur-unsur ini merupakan bagian dari sistem sosial budaya, yang terdiri atas hal-hal sebagai berikut:
1. Sistem Agama, Kepercayaan atau Religi, dan Upacara Keagamaan
Agama merupakan seperangkat aturan dan peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya, dan mengatur hubungan manusia dengan lingkungannya berdasarkan kitab suci. Secara khusus, agama didefinisikan sebagai suatu sistem keyakinan yang dianut dan tindakan-tindakan yang diwujudkan oleh suatu kelompok atau masyarakat dalam menginterpretasikan dan memberi tanggapan terhadap apa yang dirasakan dan diyakini sebagai yang gaib dan suci.
Keyakinan terhadap agama masing-masing harus tetap kuat dan diwujudkan dalam bentuk menjalankan ibadah. Pelaksanaan ibadah dalam kehidupan bermasyarakat sudah menjadi kebiasaan atau budaya, terutama dalam rangka memperingati hari-hari besar agama. Begitu juga peristiwa-peristiwa sacral seperti kematian, kelahiran anak, pernikahan dan khitan.
2. Sistem Masyarakat dan Organisasi Kemasyarakatan
Masyarakat (society) diartikan sebagai sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup, di mana sebagian besar interaksinya adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Secara umum, masyarakat merupakan sekumpulan individu yang hidup bersama dalam suatu tempat atau wilayah.
Menurut Undang-Undang No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, yang dimaksud dengan organisasi kemasyarakatan adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
3. Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan yang dimiliki masyarakat merupakan kunci berkembangnya suatu peradaban. Semakin mudah manusia menguasai alam dan semakin canggih manusia memanfaatkan alam, sehingga semakin tinggi peradaban manusia. Sistem pengetahuan umumnya diperoleh melalui beberapa cara, yaitu formal, informal, dan nonformal. Secara formal, yaitu pengetahuan manusia diperoleh melalui lembaga-lembaga formal, legal, terstruktur, dan terorganisir melalui institusi (misalnya: sekolah, akademi, dan universitas).
Secara informal, pengetahuan yang diperoleh melalui lingkup semi formal, misalnya lembaga-lembaga kursus. Dan nonformal, pengetahuan diperoleh secara otodidak melalui proses pengalaman diri sendiri tanpa menggantungkan pada orang lain.
4. Bahasa
Bahasa merupakan alat penyampai pesan, baik lisan, tulisan, maupun lambang-lambang tertentu. Bahasa merupakan suatu sistem bunyi dan jika digabungkan melalui aturan tertentu dapat menimbulkan arti yang dapat ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu. Bahasa sebagai wadah dari perilaku dan aktivitas masyarakat, di samping fungsinya sebagai alat komunikasi, yakni bidang sosial, ekonomi, politik, kedokteran, perdagangan, teknologi, sains, komunikasi, transportasi, dan sebagainya.
5. Sistem Mata Pencaharian
Sistem mata pencaharian merupakan cara yang dilakukan oleh sekelompok orang sebagai kegiatan sehari-hari dalam pemenuhan kehidupan dan menjadi pokok penghidupan baginya. Sistem mata pencaharian disebut juga sistem ekonomi, yang terbagi atas beberapa bentuk, yaitu:
• berburu dan meramu;
• menangkap ikan;
• bercocok tanam di ladang;
• bercocok tanam menetap;
• peternakan;
• perdagangan;
• bidang jasa.
6. Sistem Teknologi dan Peralatan
Peralatan dan perlengkapan hidup merupakan sarana penunjang hidup manusia agar hidup lebih mudah. Sistem peralatan hidup manusia merupakan unsur kebudayaan yang paling cepat berubah. Hal ini sering disebut dengan teknologi yang perkembangannya memengaruhi sistem sosial budaya lain. Kemajuan teknologi dapat memengaruhi unsur religi, kesenian, bahasa, dan sebagainya. Kemajuan teknologi berasal dari pengembangan unsur sistem pengetahuan masyarakat yang terdiri atas:
• alat-alat produktif;
• alat-alat distribusi, transportasi, dan komunikasi;
• wadah atau tempat-tempat untuk menaruh barang kebutuhan;
• makanan dan minuman;
• pakaian dan perhiasan;
• tempat berlindung dan perumahan;
• senjata.
7. Kesenian
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, seni adalah kemampuan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi. Menurut Willian A Haviland, seni merupakan keseluruhan sistem yang melibatkan proses penggunaan imajinasi manusia secara kreatif dalam sebuah kelompok masyarakat dengan kebudayaan tertentu. Seni merupakan ekspresi jiwa, ide, emosi, dan perasaan manusia. Seni terwujud melalui keterampilan atau daya kreativitas manusia dalam bentuk karyakarya yang bersifat indah dan simbolis.
• Seni dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut.
• Seni rupa: seni lukis, seni patung, seni ukir.
• Seni sastra: puisi dan prosa.
• Seni pertunjukkan: seni tari, seni drama/teater, seni musik.
Menurut Haviland, fungsi seni secara umum adalah:
• sebagai hiburan bagi masyarakat;
• untuk menentukan norma perilaku yang teratur;
• menambah solidaritas masyarakat;
• sebagai simbol komunikasi budaya dengan masyarakat lainnya
Berikut ibu kirimkan link youtube untuk penjelasannya:
TUGAS:
Buatlah Teka-Teki Silang dengan materi yang sudah miss jelaskan yaitu tentang ''Permasalahan yang muncul dalam keberagaman suku,agama, ras dan antargolongan''. Terdiri atas 8 soal mendatar dan 8 soal menurun (dikerjakan dibuku tulis). Setelah selesai, kirimkan tugas teka-teki silang ke WA pribadi ibu guru yaa nak.. wajib dikerjakan sebelum jam (20.00) wib. bagi yang tidak mengerjakan dianggap tidak hadir ya nak (A)..
Untuk Evaluasi hari ini :
1. Silahkan kalian pahami materi di atas.
2. Kerjakan tugas Membuat teka teki silang (8 pertanyaan menurun dan 8 pertanyaan mendatar)
3. Silahkan komen di blog sebagai absen, dan jangan lupa kumpulkan tugas kalian melalui WA
Terimakasih dan tetap semangat nak..
Wassalamualaikum wr. wb..
Kaisar Arta 9a
BalasHapusHadir
Nama : Putri Anggun S
BalasHapusKelas: 9a
"Hadirrr"
Nama: Gadis Aurelya K
BalasHapusKelas: 9A "Hadir"
Nama : Meiliza Dwi Puspa
BalasHapusKelas: 9A "Hadir"
Nama:Rizkia Rahmadani
BalasHapusKlas:9A"hadir"
Nama:Silva Sari P
BalasHapusKelas:9A."HADIR"
Nama : M Fatih Al Gibra
BalasHapusKelas : 9 a
Nama : m.rafii alfalah
BalasHapusKelas: 9A